π EKA DHARMA SASTRA | Artikel ini membahas Mantra, Yantra dan Tantra sebagai tiga jalan Bhakti dalam Hindu Dharma - dari etimologi Manana-Tra, jenis Vedik Tantrik Puranik, hingga Sadashiva sebagai Bapa Tantra.
Dalam melaksanakan puja bhakti kepada Brahman, umat Hindu diberikan kebebasan untuk mewujudkan bentuk Sraddha tersebut. Secara umum bentuk Bhakti dapat dilakukan dengan menggunakan: mantra, yantra, tantra, yajna, dan yoga.
- Mantra adalah doa-doa yang harus diucapkan sesuai tingkatannya.
- Yantra adalah alat atau simbol keagamaan yang diyakini mempunyai kekuatan spiritual.
- Tantra adalah kekuatan suci dalam diri yang dibangkitkan dengan cara yang ditetapkan dalam kitab suci.
- Yajna yaitu pengabdian yang tulus ikhlas atas dasar kesadaran.
- Yoga artinya mengendalikan gelombang pikiran untuk berhubungan dengan Tuhan melalui Astangga Yoga.
π Daftar Isi
MANTRA
Secara etimologi Mantra berasal dari suku kata Man (Manana) dan kata Tra (Trana) yang berarti pembebasan dari ikatan samsara atau dunia fenomena. Dari kombinasi Man + Tra itulah disebut mantra yang berarti dapat memanggil datang (Amantrana).
Sabda adalah Brahman, karena itu penyebab Brahmanda manifestasi chit sakti itu sendiri seperti disebutkan dalam Vishvasara Tantra: "Parabrahman itu sebagai sabda Brahman yang substansinya semua adalah mantra, dan yang berada di dalam wujud jivatma".
Dalam Nitya Tantra, mantra menurut jumlah suku kata:
- Pinda - 1 suku kata
- Kartari - 3 suku kata
- Vija Mantra - 4 sampai 9 suku kata
- Mantra - 10 sampai 20 suku kata
- Mala - lebih dari 20 suku kata
1. Jenis-jenis Mantra
A. Berdasarkan Sumbernya:
- Vedik Mantra
- Tantrika Mantra
- Puranik Mantra
B. Berdasarkan Sifatnya:
- Sattvika Mantra - untuk pencerahan, kebijaksanaan, cinta kasih Tuhan tertinggi
- Rajasika Mantra - untuk kemakmuran duniawi, kesejahteraan anak-cucu
- Tamasika Mantra - untuk mendamaikan roh jahat, Vama marga / Ilmu Hitam
C. Bentuk Lain:
- Mantra: daya pemikiran untuk meditasi dari guru (Mantra Diksa)
- Stotra: doa-doa kepada para devata (umum dan khusus)
- Kavaca Mantra: mantra untuk benteng atau perlindungan
Dalam Nirukta Vedangga, dibagi 3 tingkat kesukaran:
- Paroksa Mantra - paling sulit, hanya bisa dipahami kalau diwahyukan Tuhan
- Adyatmika Mantra - melalui pensucian diri
- Pratyaksa Mantra - lebih mudah, mengandalkan ketajaman pikiran
2. Cara Mengucapkan Mantra
- Vaikari - mengucapkan dengan mengeluarkan suara dan dapat didengar orang lain. Mampu memecah guna tamas, ketakutan. Cocok bagi sadhaka pemula.
- Upamsu - hanya didengar oleh yang mengucapkan saja (berbisik). Dapat memurnikan guna rajas, memberikan perlindungan kavaca.
- Manasika - diucapkan dalam hati, bermeditasi pada jiwa mantra tanpa menggerakkan lidah. Menumbuhkan kesadaran ilahi. Yang bermeditasi pada irama pernapasan disebut Ajapajapa.
3. Kualitas Mantra
- Sattvika Mantra (Produktif): untuk meningkatkan kesadaran ilahi, memuliakan Brahman, muncul welas asih, cinta, pengabdian, terbebas dari ego.
- Rajasika Mantra (Protektif): untuk kelangsungan hidup duniawi, memenuhi kama, artha, keturunan, kesehatan, kewibawaan.
- Tamasika Mantra (Destruktif): untuk menundukkan lawan, menghancurkan penyakit, termasuk ilmu hitam.
5 Prinsip Agar Mantra Siddhi:
- Sraddha - keyakinan mendalam
- Bhakti - hormat, rindu, cinta kasih mendalam
- Sadhana - disiplin spiritual konsisten
- Chanda - teknik pengucapan, svara dan varna yang tepat
- Kriya - pemujaan luar dan dalam
4. Penggunaan Mantra
A. Nitya Karma Puja - pengucapan setiap hari rutin:
- Sandhya Vandana / Sandhyopasana - pemujaan pada pertemuan waktu (pagi, tengah hari, sore-malam). Mendapatkan Brahma Teja. Referensi: Chandogya Upanishad II.24, Brahma Upanishad, Maitreya Upanishad.
- Japa / Namasmaranam - mengagungkan nama suci Tuhan berulang dengan mala/rudraksa/ruas jari.
B. Naimitika Karma Puja - insidental pada waktu tertentu: abhiseka, peletakan batu pertama, samskara, Purnama, Tilem, Panca Wara, Sapta Wara, Wuku, Sasih, Gerhana Matahari/Bulan.
YANTRA
Yantra adalah bentuk "niyasa" (simbol = pengganti yang sebenarnya) yang diwujudkan manusia untuk mengkonsentrasikan bhakti ke hadapan Ida Sanghyang Widhi Wasa, misalnya dalam perpaduan warna, kembang, banten, gambar, arca.
Bentuk Yantra dalam kesusastraan Hindu:
- Bhu Pristha Yantra: dibuat timbul/dipahat atau ditulis di kertas/kain
- Meru Pristha Yantra: seperti gunung/piramid, dasar lebar ke atas mengecil - seperti Meru pelinggih di Bali
- Meru Parastar Yantra: dipotong sesuai garis yantra
- Ruram Pristha Yantra: dasar mandala segi empat, atas seperti pundak kura-kura tertelungkup
- Patala Yantra: kebalikan Meru Pristha - atas besar bawah kecil
Menulis Yantra:
- Waktu & Arah: Pagi menghadap timur (untuk spiritual), malam menghadap utara (mendamaikan), siang menghadap barat (kesuksesan)
- Alat: pena dari tangkai melati, pohon delima, bulu burung, atau logam
TANTRA
Tantra adalah ilmu pengetahuan kerohanian yang pertama kali diajarkan di India 7000 tahun silam. Tan dari akar Sansekerta berarti "perluasan", dan Tra berarti "pembebasan". Jadi Tantra adalah latihan rohani yang memperluas pikiran, menghantar manusia dari tidak sempurna menjadi sempurna.
Perkembangan Tantra berjalin dengan peradaban India kuno - pertemuan bangsa Aria (Bharata Varsha) dengan bangsa Austrik, Mongolia, Dravidia. Pendekatan rohani non-Arya adalah Tantra yang introvers, masuk ke dalam, bukan sekedar upacara eksternal Veda.
Sadashiva - Bapa Peradaban
Lahir di masa peperangan Arya dan non-Arya, bernama Sadashiva artinya "dia yang selalu terserap dalam kesadaran". Beliau pelopor sistem musik, tari (Nataraj), pengobatan (Vaedya Shastra), pernikahan tanpa kasta, dan konsep Dharma - sifat alamiah manusia yang menginginkan kedamaian mutlak. Isteri beliau Parvati sering bertanya tentang pengetahuan rohani - kumpulan tanya jawab ini dikenal sebagai Tantra Shastra. Prinsip ada di Nigama, praktik di Agama.
Guru dan Murid
Unsur utama Tantra adalah hubungan Guru dan murid. Guru berarti "seseorang yang dapat menyingkirkan kegelapan".
Shiva menjelaskan 3 jenis Guru:
- Guru yang memberi sedikit pengetahuan lalu meninggalkan murid tanpa pengarahan
- Guru yang mengajar sebentar namun tidak sampai tujuan akhir
- Guru terbaik: memberi pengajaran dan mengupayakan terus menerus agar murid sampai pada kesempurnaan
Ciri Guru istimewa: tenang, dapat mengendalikan pikiran, rendah hati, berpakaian sederhana, memperoleh penghidupan secara layak, berkeluarga, fasih filsafat metafisik, matang seni meditasi, mencintai dan menuntun murid.
π Om Shanti Shanti Shanti Om - Semoga artikel MANTRA, YANTRA DAN TANTRA ini bermanfaat untuk meningkatkan Sraddha dan Bhakti. Baca juga artikel Brunaha Dosa Terbesar Aswatama untuk memahami dosa membunuh janin dalam Itihasa.

