Om Swastyastu π
Banyak yang tanya di warung kopi: kusidin itu halal atau lintah darat adharma? Apalagi zaman pinjaman online (pinjol) merajalela, bunga 20% per bulan! Padahal Hindu sudah punya jawaban 5000 tahun lalu di Sarasamuccaya.
Apa Itu Kusidin?
Kusidin dalam bahasa Bali adalah orang yang meminjamkan uang dengan bunga. Kalau di Jawa disebut rentenir, di nasional disebut lintah darat atau linting darat. Dalam Dharma Sastra, kusidin ada yang halal (dharmika) dan ada yang adharma (lintah darat).
Sarasamuccaya Sloka 84 & 86: Batas Bunga Yang Dharmika
Sarasamuccaya Terbitan Ditjen Bimas Hindu 2021 Sloka 84 menyebutkan:
"Na vriddhim adharma samyuktam..."
Artinya: Jangan mengambil bunga yang mengandung adharma.
Dijelaskan lebih rinci di Manusmriti 8.140-152 yang dirangkum Sarasamuccaya:
- Bunga wajar 2% per bulan (24% per tahun) untuk pinjaman dengan jaminan.
- Bunga 5% per bulan (60% per tahun) adalah batas maksimal untuk pinjaman tanpa jaminan dengan risiko tinggi.
- Lebih dari itu adalah ADHARMA - itulah lintah darat!
Jadi kusidin halal itu yang bunganya masih di bawah 5% per bulan, dipakai untuk usaha produktif, tidak mencekik.
3 Ciri Lintah Darat Adharma Menurut Sarasamuccaya
CIRI 1: Bunga Mencekik - Lebih dari 5% per Bulan
Kalau pinjam 1 juta, sebulan jadi 1,2 juta (20%), itu sudah lintah darat. Di pinjol ada yang 30% per bulan! Ini yang disebut Vriddhi Adharma.
CIRI 2: Memanfaatkan Orang Kesusahan
Meminjamkan saat orang sedang kena musibah (sakit, kematian, upacara) dengan bunga tinggi. Sarasamuccaya Sloka 87 melarang keras: "Jangan mengambil untung dari kesusahan orang lain".
CIRI 3: Tidak Ada Rasa Dharma, Hanya Artha
Tujuan hanya Artha (uang) saja, tanpa Dharma dan Kama yang seimbang. Tri Warga harus seimbang: Dharma, Artha, Kama. Kalau cuma Artha, itu Adharma.
Lalu Bagaimana Kusidin Yang Halal?
Sarasamuccaya Sloka 88-89 memberi solusi:
- ✅ Bunga Rendah dan Jelas di Awal (2-3%)
- ✅ Untuk Usaha Produktif (Dagang, Tani, bukan judi)
- ✅ Ada Tenggang Rasa - Kalau gagal panen/sakit, beri kelonggaran (Anrinya di Bali)
- ✅ Tidak Menagih dengan Kekerasan
Inilah yang disebut Kusidin Dharmika - mirip koperasi atau BPR yang bunganya wajar.
Penutup: Jangan Jadi Lintah Darat
Di era PNF Dharma Nata Raja dan UWK Eka Dharma Sastra, kita ajarkan murid: boleh jadi pengusaha, boleh ambil untung, tapi jangan jadi lintah darat adharma.
Moksartham Jagadhita ya ca iti Dharma
Dharma itu untuk kebahagiaan dunia dan akhirat.
Kalau untungmu bikin orang lain menderita, itu bukan Dharma.
Om Shanti Shanti Shanti Om π
Sumber:
1. Sarasamuccaya Terbitan Ditjen Bimas Hindu Kemenag RI 2021 - Sloka 84-89
2. Manusmriti Buku 8 Sloka 140-152
Baca juga:
- Trimurti Antara Buku dan Lapangan: Om Brahma Wisnu Iswara Bukan Siwa
- Riba Dalam Hindu? Memahami Konsep Artha dan Adharma
- Catur Warna Bukan Kasta: Rahasia HRM 5000 Tahun Menurut Gita 4.13
November 02, 2026 | Ketutadhi
November 02, 2026 | Ketutadhi


